Kata Kunci

Memuat...

Rabu, 10 Februari 2010

Silabus Ulumul Hadis/ Pengantar Hadis





A. IDENTITAS

1. Matakuliah : Ulumul Hadis

2. Program Studi : Perbankan Syari'ah/ Tedris Matematika/Pendidikan Agama Islam

3. Semester : II (dua)

4. Kode/ Bobot : / 2 SKS

5. Elemen Kompetensi :

6. Dosen Pengampu : Fauzi Rizal, M.A.



B. STANDAR KOMPETENSI

Mahasiswa mengetahui dan memahami dengan baik arti penting Ilmu Hadis sebagai Suatu pengetahuan untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan Hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.


C. KOMPETENSI DASAR


1. Mahasiswa dapat mengetahui sejarah perkembangan Hadis dan Ulumul Hadis, Pembagian Hadis, Takhrij al-Hadis, para Mukharrij dan kitab-kitab yang Muktabar, serta Inkarussunnah

2. Mahasiswa mampu membedakan hadis sahih dan hadis daif

3. Mahasiswa mampu mengembangkan Takhrij al-Hadis (penelusuran dan Penelitan terhadap Hadis)


D. URGENSI MATAKULIAH

Sarjana Dakwah diharapkan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dasar sumber ajaran Islam yang muncul di masyarakat. Menyangkut dunia kerja dimana sarjana dakwah, -khususnya dengan latar belakang program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam-, diproyeksikan menjadi tenaga-tenaga dia’i/da’iyah seperti penulis, penyiar ditengah-tengah masyarakat. bagi sarjana Tarbiyah diharapkan mampu menjadi tenaga pengajar yang profesional.


E. DESKRIPSI MATAKULIAH


Ulumul Hadis/ilmu hadis menjadi landasan penting dalam menentukan kualitas dari hadis-hadis yang dapat dijadikan sebagai landasan hukum dalam beribadah. Landasan ini menjiwai pengertian pengertian hadis, sejarah perkembangan Hadis dan Ulumul Hadis, serta Inkarussunnah dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Terkait dengan pembagian hadis harus dipahami dengan jelas sehingga mampu memilah dan memilih mana hadis-hadis yang sahih yang dapat dijadikan sebagai dalil dalam beribadah dengan hadis daif. Berikutnya tentang Takhrij al-Hadis (penelusuran dan Penelitan terhadap Hadis) menjadi factor yang menentukan dalam menentukan apakah sebuah hadis dikategorikan hasih atau tidak baik ditinjau dari segi sanad maupun dari segi matan, dan selanjutnya para Mukharrij, apa langkah-langkah yang dilakukan mereka dalam kitab-kitabnya yang Muktabar( diakui). Seluruh aspek diatas menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mampu menyelesaikan persoalan-persoalan ajaran Islam ditengah-tengah masyarakat.


F. TIMELINE



































































No

PERTEMUAN

TOPIK BAHASAN




I

Overview matakuliah dan kontrak belajar




II

Pengertian Hadis: Hadis, Sunnah, Khabar dan Asar dan Struktur Hadis




III

Hadis Sebagai Sumber Ajaran Agama: Dalil-dalil Kehujjahan Hadis dan Fungsi Hadis terhadap Alqur’an




IV

Sejarah Hadis Prakodifikasi: hadis pada periode Rasul, Sahabat dan Tabi’in




V

Sejarah Kodifikasi Hadis: Pembukuan Hadis abad II, III, IV, V H dan sampai Sekarang




VI

Ulumul Hadis, Sejarah Perkembangannya: Pengertian, Sejarah perkembangan Pemikiran Ulumul Hadis pada periode Klasik, Pertengahan dan Modern




VII

Pembagian Hadis: dari segi Kuantitas Sanad; Mutawatir, Masyhur dan Ahad




VIII

Ujian Mid Semester




IX

Pembagian Hadis dari segi Kuantitas Sanad: Sahih, Hasan dan Da'if




X

Ilmu al-Jarh wa Ta’dil: Pengertian, Objek pembahasan dan Lafaz-lafaz serta Maratib al-Jarh wan Ta’dil




XI

Hadis Muwdu’: Pengertian, Sejarah Kemunculan dan faktor Melatar belakanginya, Keriteria Hadis Mawdu’




XII

Hadis Muwdu’: Pengertian, Sejarah Kemunculan dan faktor Melatar belakanginya, Keriteria Hadis Mawdu’




XIII

Inkarussunnah’ Pengertian, sejarah, argumen dan bantahan ulama dan inkarussunnah di Indonesia




XIV

Orientalisme: pengertian, tokoh-tokoh dan pemikirannya




XV

Pengenalan Takhrij Hadis: Pengertian, pengenalan Kitab terkait dan terhadap Mukharrij.


G. STRATEGI PEMBELAJARAN


Pembelajaran aktif menjadi dengan berbagai variasinya akan digunakan sepanjang relevan dengan materi perkuliahan agar mahasiswa terlibat seaktif mungkin dan mencapai hasil yang maksimal. Individual learning tetap akan digunakan apabila diperlukan. Alternatif strategi pembelajaran yang digunakan antara lain: card sort, reading guide, information search, synergetic teaching, student created case study.


H. EVALUASI/ PENILAIAN


Penilaian akhir (final evaluation) matakuliah Ulumul hadis dibuat berdasarkan kontrak belajar sebagai berikut:

1. Kehadiran : 20 %

2. Tugas : 15 %

3. Kontribusi terhadap kelas : 10 %

4. Ujian mid semester : 25 %

5. Ujian akhir semester : 30 %


I. REFERENSI

Muhammad Ajjaj Al Khatib, U¡ul al-Hadis Ulumuha wa Mus¯alahuhu, Beirut: Dar al Fikr, 1981

--------, As-Sunnah Qabla Tadwin, Beirut: Dar al-Fikr, 1414 H/1993 M

T.M. Hasbi as Shiddiqiey, Pokok-pokok Dirayah Hadits, Jakarta Bulan Bintang, 1958

------------, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits, Jakarta: Bulan Bintang, 1988

Muhammad Jamal ad Din al-Qasimi, Qawaid Tahdis min Funun Mustalah al-Hadits, Beirut: Dar al-Kutubal Taimiyah, 1997)

Muhammad Mustafa Azami, Hadits Nabawi dan Sejarah Kodifikasi Hadits, terj. Ali Mustafa Yaqub, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1994

Nur al Din al’itr, Manhaj an Naql fi Ulumul hadits, Damascus: Dar al Fikr, 1982

Subhi As Salih, Ulum al Hadits waMustalahuhu, Beirut:Dar al-Ilm Al Malayin, 1977


Mahmud al Thahhan, Taisir Musthalah al Hadits, Bairut: Dar al-Karim, 1399 H/1979M

-------,Usulut Takhrij wa Dirasatul Asanid, terj.Ridlwan Nasir, Metode Takhrij dan Penelitian sanad, Surabaya: PT.Bina Ilmu, 1995

M.Syuhudi Ismail, Hadits Nabi Menurut, Pembela, Pengingkar dan Pemalsunya, Jakarta: Gema Insani press, 1995

-------, Pengantar Ilmu Hadis, Bandung: Angkasa, 1987

-------, Metodologi Penelitian Hadits, Jakarta: Bulan Bintang, 1992

-------, Kaedah Keshahihan Sanad Hadits (telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah), Jakarta: Bulan Bintang, 1988

Jalal ad Din Abdul Rahman bin Abi Bakar as Suyuti, Tadribur Rawi, tp:Syirkah Maktabah Ahmad bin Sa'ad bin Nubhan wa Auladuhu, t.th)

Mahmud al Thahhan, Taisir Musthalah al Hadits, Bairut: Dar al Karim, ,1399 H/1979M

-------,Usulut Takhrij wa Dirasatul Asanid, terj.Ridlwan Nasir, Metode Takhrij dan Penelitian sanad, Surabaya: .Bina Ilmu, 1995

Ibnu as-Shalih,Ulum al hadits, Madinah al-Munawwarah: Maktabah al-Ilmiyah, 1972




J. KORTRAK KULIAH

Kontrak kuliah di anggap sah sejak dosen memberiahukan outlane mata kuliah

1. Masuk 08.00 atau 09.30 atau 11.00 WIB dan keterlambatan hanya ditolerir selama 15 Menit (08.15 atau 09.45 atau 11.15 WIB).

2. Ujian susulan dilayani sampai dengan pelaksanaan ujian akhir semester untuk mata kuliah bersangkutan;

3. Apabila diperlukan, urusan kuliah dapat diselesaikan di rumah dosen;

4. Izin tidak masuk kuliah harus dengan surat;

5. Masing-masing mahasiswa dan dosen dilarang mengaktifkan suara HP;

6. Hindari diskusi ilegal (dilarang ribut);

7. Setiap Pemakalah wajib hadir pada saat Presentasi Makalahnya, kalau tidak hadir maka nilainya dihitung setengah (½ ).

8. Setiap mahasiswa wajib memiliki makalah yang akan dipresentasikan.

9. Tidak boleh memakai sandal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar